September 12, 2021

Inspiratif.co.id

Inspirasinya Semua kalangan

Pasien DBD Dirawat Dengan SOP Covid-19

*Laporan : Berkhin S. – Inspiratif.co id

LAMPUNG UTARA – Warga Kelurahan Rejosari Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, mengaku kecewa dan berharap tak terulang lagi atas tindakan medis yang dialaminya ketika dinyatakan harus menjalani karantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjend HM Ryacudu, daerah setempat.

Diungkapkan, Syarif (40) salah satu pasien tersebut diketahui sedang menjalani perawatan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ketika dinyatakan sembuh dan hendak pulang ke rumah, pada 16-November-2020, Pasien ini diminta Rapid Test oleh pihak terkait dan dinyatakan reaktif virus covid-19.

“Saya awalnya kena DBD dan di rawat di rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi beberapa hari. kemudian ketika sudah mulai membaik dan di perbolehkan pulang, mendadak saya di suruh isolasi mandiri oleh pihak rumah sakit katanya saya reaktif covid-19, padahal hasil swabnya aja belum keluar. Ini ada apa,” jelas Syarifudin.

Menurutnya kondisi tersebut kemungkinan dijadikan dasar untuk memaksa dirinya harus isolasi hingga 15 hari ke depan tanpa memastikan dahulu hasil swab test yang dijalaninya. Kuat dugaan ada manipulasi hasil swab test milik pria yang akrab disapa Syarif ini, lantaran pihak Rumah Sakit Umum Ryacudu Kotabumi tak memberitahukan hasil test miliknya dan membuat si pasien tersebut mencari tahu sendiri.

Ternyata Hasil Swab Test tersebut keluar Pada Tanggal 27-November-2020 yang ditandatangani Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Utara, Maya Manan, dengan hasil Negatif.

Yang sangat disayangkan bahwa dirinya baru mendapat kabar pada tanggal 01-Desember-2020. Karena ingin kepastian Itu beliau Syarif insiatif untuk mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Untuk meminta surat bukti Kejelasan Surat Tersebut pada Sabtu, 5-Desember-2020.

“Saya belum tau hasil test swab ini positif atau negatif makanya saya cari tahu sendiri, ternyata hasil swab test itu sudah keluar pada tanggal 27 November lalu dan di tandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampura dengan hasil negatif,” tambahnya.

Ia berharap sekiranya kejadian ini tidak terulang lagi, karena banyak hal yang terabaikan mulai dari pekerjaan, rumah tangga dan lain sebagainya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt), Direktur RSUD Mayjend HM Ryacudu, Kotabumi Dr.Syah Indra Husada Lubis, kepada media menjelaskan, bahwa pihaknya telah menjalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku, “Penanganan medis (dimaksud) sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Covid-19, Persoalan Hasil Swab Test Cukup Lama, pemeriksaan Spesimen pada Dinas Kesehatan Propinsi Lampung Sedang Menumpuk.” pungkasnya.

 12 total views,  2 views today