September 17, 2021

Inspiratif.co.id

Inspirasinya Semua kalangan

Tiga Kapal Perang TNI AL Bawa Logistik ke Mamuju

MAMUJU — Tiga kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL), membawa bantuan kemanusiaan berupa logistik ke Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Terakhir, Kapal perang Kal Mamuju II-6-64.

Kal Mamuju II-6064 tiba di dermaga Lanal Mamuju pada Minggu sore, 17-Januari-2021. Kal Mamuju II-6-64 tersebut membawa bantuan logistik untuk korban bencana gempa Sulawesi Barat (Sulbar).

Danlantamal VI Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, melalui rilisnnya menjelaskan, KAL Mamuju II-6-64 tersebut berangkat dari Dermaga Layang Mako Lantamal VI pada hari Sabtu pagi tanggal 16 Januari 2021, menyusul kedua Kapal Perang TNI AL lainnya yang telah berangkat mendahului yaitu KRI Teluk Ende-517 dan KRI Tongkol-813 dan kini telah sandar mendahului di dermaga Lanal Mamuju.

Baca Juga : Kantor Gubernur Sulbar Rusak Karena Ini

“Hingga sampai dengan saat ini, semenjak update terjadinya gempa pada hari Jum’at dini hari tanggal 15 Januari 2021, Lantamal VI telah berhasil mengirimkan bantuan Logistik serta personel, obat-obatan dan tenaga medis melalui jalur laut dengan menggunakan tiga Kapal Perang TNI AL yaitu KRI Teluk Ende-517, KRI Tongkol-813 dan KAL Mamuju II-6-64,” kata Benny Minggu 17-Januari-2021.

Dijelaskan oleh Benny, ketiga kapal perang Republik Indonesia ini telah sandar di Dermaga Lanal Mamuju. Logistik dari Makassar sementara proses loading untuk disalurkan kepada para korban gempa bumi di Sulbar.

Baca Juga : Bencana di Mamuju dan Majene, IMG Ikut Berduka

“Ketiga Kapal perang ini sekarang dalam posisi sandar di dermaga Lanal Mamuju untuk debarkasi barang bantuan logistik yang di bawa dari Makassar dan ini adalah upaya TNI AL dalam membantu masyarakat yang terkena dampak musibah bencana alam sesuai dengan arahan dari pimpinan kami yaitu bapak Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang senantiasa untuk selalu mendukung dalam kegiatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” ujarnya.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,2 di Sulawesi Barat membuat puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang terluka. Pemerintah juga sudah menetapkan status tanggap darurat atas gempa Sulbar.

“Saat ini pagi telah ditetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi,” kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu 16-Januari-2021.

Hingga hari ini, tercatat 73 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Rinciannya, 9 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 64 orang di Kabupaten Mamuju. (dtc/red)

 20 total views,  2 views today