April 16, 2021

Inspiratif.co.id

Inspirasinya Semua kalangan

Olah Data Statistik, Dosen IIB Darmajaya Pelatihan R dan R Studio

*Rilis Humas Darmajaya

BANDAR LAMPUNG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Pelatihan R & R Studio dalam mengolah data penelitian kepada puluhan dosen secara daring Kamis, 4-Maret-2021.
Dalam pelatihan tersebut diisi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Dekan Fakultas Bisnis Universitas Universal Kepulauan Riau Dr. Didi Sundiman, ST., M.M. Pelatihan dimoderatori Wakil Dekan FEB IIB Darmajaya Aswin, S.E., M.M.

Didi Sundiman mengatakan banyak aplikasi statistik yang digunakan selama ini seperti SPSS, eviews, smartpls, excel, dan sas. “Seperti juga R yang dapat digunakan dalam pengolahan data statistik yang sebelumnya juga harus menginstall R Studio untuk memudahkan penggunaan R,” ungkapnya.
Menurutnya, R dapat digunakan untuk menganalisis statistik. “Salah satu keunggulan R adalah saya anggap di laptop hanya satu aplikasi saja tetapi dapat menganalisis semuanya. Untuk biaya juga, R gratis,” ujarnya.
Didi biasa dia disapa menerangkan biasanya menggunakan aplikasi pengolahan data berbayar. “Dengan R ini free dan hasilnya sama. R dikembangkan dari tahun 1993. Memiliki paket pengolahan statistik sangat lengkap,” bebernya.
Dua tahun lalu mulai menggunakannya dan ternyata mudah. “Saya buatkan modul dan kembangkan dalam sebuah tutorial penggunaan R. Kerangka pikir penelitian kita kuantitatif, akan memudahkan untuk melakukan pengolahan data. Aplikasi ini sangat canggih dan dapat menghemat waktu kita,” urainya.

Dengan menggunakan R, lanjut dia, pengolahan jauh lebih cepat bila data telah masuk di Ms.Excel. “Untuk regresi linear dengan satu perintah baris langsung selesai. Dari situ kita bisa lihat kecepatan yang dihasilkan bila kita telah familiar menggunakannya,” imbuhnya.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Riset IIB Darmajaya, Dr. RZ Abdul Aziz, ST., MT., mengatakan sebagai seorang dosen dan peneliti banyak hal mesti dikuasai. “Menguasai alat analisis yang cukup sehingga kita juga ketika melakukan penelitian dan dapat memberikan contoh kepada mahasiswa alat apa yang paling efektif dalam menganalisis penelitian,” ucapnya.
Doktor lulusan Jepang ini juga mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan para dosen dan penyelenggaraan acara pelatihan. “Semoga pelatihan ini dapat memberikan sebuah wawasan baru dan area baru dalam penggunaan alat analisis dalam memecahkan masalah-masalah tentang riset yang kita lakukan,” tutupnya. (**)