Juli 25, 2021

Inspiratif.co.id

Inspirasinya Semua kalangan

Dua Tim Mahasiswa UBL Lolos Pendanaan PHP2D 2021

*Rilis Humas UBL

BANDARLAMPUNG — Dua tim mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) berhasil lolos pendanaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Program ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, nomor 3521/E2/KM.09.01/2021, tertanggal 5 Juli 2021. Surat tersebut menyatakan bahwa sebanyak 563 proposal lolos pendanaan program tersebut, termasuk 2 Tim UBL.

Tim pertama yang lolos dengan judul Proposal “Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata Desa Kunjir untuk Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pariwisata Pantai Jandong di Kabupaten Lampung Selatan” berasal dari HIMA Ilmu Komunikasi yang diketuai oleh Nopriansyah mahasiswa angkatan 2020 dengan beranggotakan 13 mahasiswa dari angkatan 2018 – 2020 yang terdiri dari Prodi Ilmu Komunikasi, Arsitektur, dan Manajemen. Tim ini didampingi oleh pembimbing yakni Dr. Budi Waskito, M. Si., Drs. Soewito, M.M., dan Noning Verawati, M.A.

Menurut Nopriansyah, alasan memilih ide untuk pengembangan sektor pariwisata di desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan ini karena sebelumnya desa Kunjir adalah tempat wisata yang sangat diminati, namun karena tsunami 2018 serta adanya pandemi Covid-19 membuat desa ini mengalami penurunan pencapatan yang drastis di bidang ekonomi pariwisata serta mengalami proses pemulihan yang lambat. “Karena pariwisata di desa Kunjir ini menjadi suatu penunjang perekonomian yang sangat membantu masyarakat di sana, jadi kami ingin mengembalikan perekonomian masyarakat di desa Kunjir dengan membangun sarana dan prasarana untuk menambah destinasi wisata dan menambah tempat berwirausaha masyarakat serta memberikan pelatihan tentang pemahaman teknologi media digital yang nantinya ini dapat dimanfaatkan sebagai media promosi desa untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara,” jelas Nopriansyah saat diwawancara via daring, Jumat 09-Juli-2021.

Tim kedua yang lolos berasal dari UKM Robotik UBL yang diketuai oleh Arif Rahman mahasiswa Prodi Informatika dengan 14 anggota lainnya yang juga terdiri dari angkatan 2018 – 2020 yang berasal Prodi Informatika, Teknik Mesin, Sistem Informasi, Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi. Tim kedua ini didampingi oleh pembimbing Muhammad Riza, Ph.D., Riza Muhida, Ph.D., serta dosen-dosen lainnya dari Teknik Mesin dan Fakultas Ilmu Komputer (FIK).

Ahmad Fazri Junizar, salah satu anggota tim tersebut yang diwawancarai mengatakan, ia dan teman-temannya mengangkat judul “Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Panen Menggunakan Inovasi Mesin Cultivator di Kampung Sri Menanti Kabupaten Way Kanan”. Program tersebut fokus pada pengelolaan tanah di sana yang bekerja sama dengan warga dan juga para petani yang ada di sana. Mesin Cultivator yang kami buat adalah alat atau mesin pertanian yang digunakan untuk pengolahan tanah sekunder. Cultivator bekerja dengan menggunakan gigi yang sedikit menancap ke dalam tanah sambil ditarik dengan sumber tenaga penggerak, umumnya traktor. Selain itu, mesin Cultivator ini berfungsi untuk mengaduk dan menghancurkan gumpalan tanah yang besar, sebelum penanaman (untuk mengaerasi tanah) maupun setelah benih atau bibit tertanam. Berbeda dengan garu mengaduk sebagian besar permukaan tanah, Cultivator mengaduk tanah sebagian saja secara hati-hati sehingga tidak mengganggu tanaman pertanian.

“Kami menjalankan program seperti ini dikarenakan kualitas tanah pertanian yang ada di kampung Sri Menanti kurang maksimal, sehingga masyarakat di sana masih belum mendapatkan hasil yang maksimal. Berbanding terbalik dengan jumlah atau luas lahan yang mereka miliki, terlebih banyak dari mereka masih menggunakan alat-alat tani konvensional sehingga dengan adanya inovasi dari alat kami ini maka akan mempermudah proses pengelolaan tanah dalam kegiatan pertanian yang ada di sana,” ujar Fazri.

Setelah pengumuman lolos pendanaan, kedua Tim akan mulai mempersiapkan segala keperluan dalam menjalankan masing-masing program mereka. Mulai dari pematangan konsep awal, serta pembuatan mesin cultivator bagi Tim UKM Robotik yang nantinya akan digunakan di kampung Sri Menanti. Setelah itu mereka akan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang ada di sana tentang pelaksanaan program.

 81 total views,  2 views today